Minggu, 08 Januari 2017

ISBD ANALISIS MAHASISWA ADAT ISTIADAT YANG BERTENTANGAN DENGAN KESEHATAN



ANALISIS MAHASISWA TENTANG ADAT ISTIADAT YANG BERTENTANGAN DENGAN KESEHATAN
DI TIMOR TENGAH SELATAN




Disusun Oleh:
Intan Nurin Apsari



D-III KEBIDANAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ‘ULUM
2016/2017



BAB 1
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Timor Tengah Selatan (TTS) merupakan perbukitan dengan curah hujan yang lebih tinggi dibandingkan kabupaten lainnya di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ironisnya, kabupaten yang dikenal “sangat tahan pangan” ini warga masyarakatnya “jauh dari sehat”. Masyarakat Timor Tengah Selatan (TTS) ini masih berkutat pada pemenuhan kebutuhan yang sangat dasar yaitu, makan dan minum. Sebagian lagi sudah berpikir tentang bagaimana melindungi tubuh dari panas dan hujan, serta memiliki rumah yang layak huni.
Pendidikan bukan menjadi prioritas utama bagi masyarakat, terutama kaum perempuan. Kemampuan baca tulis menjadi langka. Menurut data Badan Pusat Statistik mayoritas warga hanya lulus Sekolah Dasar. Bahkan jumlah warga yang tidak bersekolah cenderung lebih tinggi lagi. Letak Masyarakat Timor Tengah Selatan (TTS) yang sangat strategis, kondisi alam, dan kondisi sumber daya manusia yang ada berpengaruh pada ragam budayanya termasuk yang berkaitan dengan bidang kebidanan. Mereka perlu disadarkan akan pengaruh budaya yang ada. terlebih yang berkaitan dengan kesehatan bahwa tidak semua kebudayaan yang dimilikinya berdampak positif.

B. Rumusan Masalah
Melihat uraian singkat diatas dapat kita Tarik beberapa poin permasalahan yang perlu kita rumuskan antara lain :
1.      Jelaskan kebudayaan menurut para ahli?
2.      Apa yang dimaksud budaya dan kebudayaan?
3.      Budaya apa saja yang bertentangan dengan kesehatan di Timor Tengah Selatan?
4.      Bagaimana tanggapan kita sebagai tenaga kesehatan menyikapi hal tersebut?

C. Tujuan penulisan
     Makalah ini saya susun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah pendidikan Ilmu Sosial Budaya Dasar serta mempelajari, memahami, mengkaji, mengkritisi lebih dalam lagi tentang adat istiadat atau budaya yang bertentangan dengan kesehatan.



BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Kebudayaan Menurut Para Ahli
1)      Koentjaraningrat mengatakan bahwa pengertian kebudayaan adalah keseluruhan manusia dari kelakuan dan hasil yang harus didapatkannya dengan belajar dan semua itu tersusun dalam kehidupan masyarakat.

2)      Herskovits memandang bahwa kebudayaan merupakan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain yang kemudian disebut sebagai superorganik.

3)      Andreas Eppink Kebudayaan mengandung bentuk dari keseluruhan pengertian nilai sosial, norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

4)      Edward Burnett Tylor Kebudayaan merupakan keseluruhan dari yang kompleks yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

2.2 Pengertian Budaya dan Kebudayaan
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.
 Kata "kebudayaan berasal dari (bahasa Sanskerta) yaitu "buddayah" yang merupakan bentuk jamak dari kata "budhi" yang berarti budi atau akal. Kebudayaan diartikan sebagai "hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal". Pengertian Kebudayaan secara umum adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang kompleks yang mencakup pengetahuan, keyakinan, seni, susila, hukum adat dan setiap kecakapan, dan kebiasaan.
2.3 Budaya yang bertentangan dengan kesehatan di Timor Tengah Selatan (TTS)
1.      Budaya melahirkan di Rumah Bulat

RUMAH BULAT merata digunakan oleh masyarakat Timor Tengah Selatan (TTS) di Nusa Tenggara Tmur (NTT). Ada banyak masalah kesehatan di balik rumah-rumah adat ini. Dampaknya negatif terhadap kesehatan. Tapi adat menghambat perbaikan situasi kesehatan. Apa sebenarnya rahasia di balik ’rumah bulat’, sehingga masyarakat tetap mempertahankannya?
TTS merupakan wilayah perbukitan dengan curah hujan yang lebih tinggi dibandingkan kabupaten lainnya di NTT. Ironisnya, kabupaten yang dikenal “sangat tahan pangan” ini warga masyarakatnya “jauh dari sehat”. Diare,
infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), malaria, dan penyakit kulit scabies adalah penyakit yang senantiasa menempati urutan teratas.
Masyarakat TTS masih berkutat pada pemenuhan kebutuhan yang sangat dasar, yaitu makan dan minum. Sebagian lagi sudah berpikir tentang bagaimana melindungi tubuh dari panas dan hujan, serta memiliki rumah yang layak huni. Pendidikan bukan menjadi prioritas utama bagi masyarakat. Kemampuan baca-tulis menjadi langka. Menurut data Badan Pusat Statistik, mayoritas warga hanya lulus sekolah dasar. Bahkan jumlah warga yang tak sekolah cenderung lebih tinggi lagi.
Untuk sampai ke TTS kira-kira dibutuhkan waktu dua sampai tiga jam dengan mobil dari Kupang. Jika menggunakan bus umum diperlukan biaya Rp20.000 sekali jalan. Menjangkau daerah ini tidaklah sulit. Sebagian besar jalan utamanya sudah beraspal.
Sesekali di sebelah kiri dan kanan jalan akan terlihat rumah penduduk yang jaraknya saling berjauhan satu dari yang lain. Uniknya setiap keluarga memiliki dua jenis bangunan rumah. Bangunan pertama tampak lebih modern, berbentuk persegi dan terbuat dari kombinasi batu, papan dan seng. Bangunan kedua tampak seperti jamur merang jika dilihat dari ketinggian. Masyarakat menyebutnya sebagai Rumah Bulat, salah satu rumah adat yang masih dipertahankan.
Dinding rumah bulat (umek bubu) melingkar dengan garis tengah antara tiga sampai lima meter. Atapnya yang berbentuk seperti kepala jamur merang terbuat dari rumput alang-alang. Ujung alang-alangnya hampir menyentuh permukaan tanah. Dindingnya terbuat dari potongan-potongan kayu dan bambu. Pintunya setengah lonjong dengan ketinggian kurang satu meter. Untuk masuk orang dewasa harus membungkukkan badan terlebih dahulu.
Membangun rumah bulat tidaklah sukar. Biayanya bisa dijangkau oleh masyarakat, karena semua bahan dasarnya tersedia di hutan dan kebun. ”Untuk membuat atap alang-alang yang bisa menutupi seluruh rumah cukup dengan Rp250 ribu saja. Atap tersebut bisa bertahan kira-kira 10 tahunan,” jelas Simeon Selan, seorang petani dari kecamatan Polen, TTS, yang hanya memiliki luas lahan seperempat hektar dan pendapatan tak menentu.
Rumah bulat digunakan masyarakat
untuk menyimpan jagung dengan cara digantung pada penyanggah atap dan dipanaskan dengan bara api agar tidak rusak dan kualitasnya tidak menurun. Selain sebagai lumbung pangan warga di kala musim paceklik, rumah bulat juga difungsikan sebagai dapur (umumnya digunakan kayu bakar) dan tempat penyimpanan perkakas rumah tangga. Dapat dikatakan rumah bulat ini sangat ekonomis, karena digunakan untuk berbagai macam keperluan rumah tangga.
Dalam adat masyarakat Meto (atoin meto) yang merupakan masyarakat asli TTS, rumah bulat diasosiasikan dengan peranan perempuan dan sikap kerendahan hati. Berbeda dengan Lopo, bangunan khas lainnya yang juga terbuat dari bahan dasar rumput alang-alang dan bambu, tak berdinding (terbuka) dan beratap tinggi. Lopo dikaitkan dengan peranan laki-laki dan lambang perlindungan serta pengayoman terhadap penghuninya. Adat Meto juga menyebutkan bahwa zaman dahulu kala, setiap lelaki penakut akan dimasukkan ke dalam rumah bulat.
Seorang ibu, Yustina Mobanu, yang tinggal di desa Konbaki, kecamatan Polèn mengakui bahwa kelahiran keempat anaknya dilakukan di dalam rumah bulat dengan proses panggang. “Saat melahirkan saya dibantu mama angkat yang sudah pengalaman sebagai dukun di dalam rumah bulat,” ungkapnya polos. Ia juga menjelaskan, proses panggang ini dilakukannya selama 40 hari. Asap memenuhi seluruh ruang dalam rumah bulat. Sebab, kecuali untuk memasak dengan kayu bakar, keluarga ini juga menghangatkan tubuh ibu yang baru saja melahirkan dengan cara membuat bara api dan kemudian meletakkan arang panasnya di bawah kolong tempat tidur ibu yang baru saja melahirkan. Proses melahirkan juga dilakukan di tempat tidur itu.
Proses panggang dipercaya masyarakat menjadi penangkal dari sakit berat. Ada pula ketakutan dari para orang tua: jika proses ini tak dilakukan, kondisi badan anak akan lembek dan tak kuat, bahkan akan menyebabkan kegilaan pada si ibu.
Rumah bulat menjadi ciri khas adat dan budaya orang Timor yang masih dipertahankan sampai saat ini, padahal sebetulnya ia juga sumber persoalan. Sulit menemukan rumah bulat berjendela. Lubang angin pun tidak menjadi pertimbangan dalam membangun rumah bulat. Udara dan sinar matahari hanya bisa menerobos dari lubang-lubang kecil pada dinding-dinding bambu.
Sudah tak bisa dipungkiri lagi bahwa ada hubungan erat antara tingginya jumlah penderita gangguan pernafasan dengan penggunaan rumah bulat. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan TTS, persentase jumlah penderita ISPA meningkat; 17,1% (2002), 19,1% (2003) dan 26,1% (2004). Disebutkan pula, jumlah penderita ISPA 2004 sudah mencapai 120.480 jiwa.
Buruknya kondisi rumah bulat dan efeknya terhadap penyakit penafasan juga diakui oleh para dokter di beberapa puskesmas. “Penyakit ISPA sering terjadi pada anak-anak, karena ada adat dan kebiasaan dari masyarakat di sini bahwa sebelum berumur 40 hari, anak tidak boleh keluar dari rumah bulat,” jelas Dr. Yusni Simbolon, kepala Puskesmas di kecamatan Amanuban Barat. Dr. Suryowati, Kepala Puskesmas di kecamatan Polen yang lebih menyoroti pada proses kelahiran, juga berpendapat serupa. Dia menjelaskan bahwa Setelah melahirkan dipanggang dengan bara api dibawahnya
Proses panggang di rumah bulat juga dipercaya masyarakat menjadi penangkal dari sakit berat terlebih wanita sehabis melahirkan. Ada pula ketakutan dari para orang tua jika proses ini tak dilakukan kondisi badan anak akan lembek dan tak kuat, bahkan akan menimbulkan kegilaan pada si ibu. Namun pada kenyataannya hal ini berakibat buruk. Bukan hanya kemungkinan akan terbakarnya tubuh sang ibu maupun bayi, namun berpengaruh terhadap kesembuhan luka-luka pada tubuh ibu setelah melahirkan. kebiasaan masyarakat yang mengharuskan perempuan melahirkan di dalam rumah bulat yang penuh debu dari tungku dan asap akan menyebabkan bayi dan ibunya mudah terkena ISPA.

2.      . Tubuh Ibu dikompres dengan air panas
Setelah seorang ibu melahirkan,ia kemudian dikompres menggunakan air mendidih atau air panas.Dikompres pula dengan cara menekan-nekan perut dan bagian luka yang ada setelah melahirkan. Seperti halnya dipanggang, hal ini bisa menimbulkan infeksi pada organ tubuh yang luka, terlebih organ yang sangat sensitif(daerah kemaluan) sang ibu. kesembuhan luka-lukanya menjadi butuh waktu yang relatif lama. Ini merupakan salah satu kekerasan fisik terhadap kaum ibu.

3.      Tidak boleh makan daging, sayur santan,dan lain-lain
Rendahnya tingkat pendapatan ekonomi keluarga dan masih banyak lagi praktik lokal yang sangat merugikan ibu, seperti pantang makanan tertentu (ikan,telur,cumi.ayam,udang,kepiting,sayur-sayuran) yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk proses pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan ibu maupun setelah menjadi bayi dan untuk proses metabolisme ibu serta sebagai pengganti energi setelah melahirkan dan laktasikelak.Saat hamil dan melahirkan seorang perempuan harus tetap memperhatikan makanan yang ia konsumsi agar bayi yang dilahirkan dalam kondisi sehat dan terpenuhi segala macam nutrisi untuk tumbuh kembang sang bayi.hal pertama yang harus diperhatikan adalah seorang perempuan hamil harus memgkonsumsi makanan yang mengandung asam folat dan vitamin B6 kompleks. Kedua jenis makanan ini bahkan harus dikonsumsi sebelum seorang perempuan hamil atau saat yang bersangkutan merencanakan hamil. Asam folat  dan vitamin B kompleks diperlukan saat pembentukan sel-sel saraf terutama pada masa awal kehamilan. Peningkatan konsumsi kedua zat ini terbukti dapat meningkatkan pertumbuhan bayi secara signifikan. Zat lain dari makanan yang dibutuhkan perempuan hamil adalah protein.Sebagai zat pembangun, protein terutama dibutuhkan saat pembentukan sel tubuh dan sel darah. Jenis makanan yang banyak mengandung protein adalah daging, telur dan kacang-kacangan.Selain mengandung protein, daging mengandung zat besi yang berguna untuk pembentukkan sel dan mencegah terjadinya anemia baik bagi sang ibu maupun bayinya. Perempuan yang sedang mengandung juga harus mengkonsunsi karbohidrat yang cukup. Karbohidrat merupakan bahan bakar pembentuk anenergi untuk aktifitas sehari-hari. Saat hamil, peningkatan berat badan dan perubahan hormonal menyebabkan menyebabkan seorang perempuan membutuhkan energi ekstra. Meskipun demikian, perempuan hamil juga harus tetap menjaga keseimbangan energi dengan cara rutin melakukan olahraga yang khusus diperuntukkan bagi perempuan hamil. Di samping protein dan karbohidrat, perempuan yang sedang hamil juga harus senantiasa mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin dan mineral. seperti yang kita ketahui bersama, kalsium merupakan bahan yang sangat penting untuk pembentukkan tulang, juga untuk fungsi sel-sel saraf. Vitamin A,C,B12,D dan lain-lain diperlukan untuk menjaga kesehatan kulit dan tulang serta menjaga fungsi sel-sel saraf. Vitamin-vitamin ini dengan mudah kita temukan pada sayur-sayuran dan buah-buahan.

4.      Tidak memberikan ASI Pertama pada bayi.
Kolostrum adalah ASI berwarna kekuningan yang dihasilkan tiga hari pertama setelah melahirkan, sebaliknya diberikan sedini mungkin setelah bayi lahir.
Karena warnanya yang kekuningan membuat masyarakat TTS terutama kaum ibu menyimpulkan bahwa ASI pertama/kolostrum tersebut merupakan ASI yang kotor atau mengandung banyak kuman, sehingga ASI tersebut dibuang  dan tidak diberikan kepada bayi yang baru lahir. Padahal manfaat kolostrumsangat besar antara lain:
A.     Kolostrum berkhasiat khusus untuk bayi dan komposisinya mirip dengan nutrisi yang diterima bayi selama di dalam rahim.
B.     Kolostrum bermanfaat untuk mengenyangkan bayi pada hari-hari pertama hidupnya
C.     Seperti imunisasi, kolostrum memberi antibodi kepada bayi (perlindungan terhadap penyakit yang sudah pernah dialami sang ibu sebelumnya).
D.     Kolostrum juga mengandung sedikit efek pencahar untuk menyiapkan dan membersihkan sistem pencernaan bayi dari mekonium.
E.      Kolostrum juga mengurangi konsentrasibilirubin (yang menyebabkan bayi kuning) sehingga bayi lebih terhindar dari jaundice.
F.      Kolostrum juga membantu pembentukan bakteri yang bagus untuk pencernaan Kolostrum adalah konsentrasi tinggi karbohidrat, protein, dan zat kebal tubuh. Zat kebal yang ada antara lain adalah: IgA dan sel darah putih. Kolostrum amat rendah lemak, karena bayi baru lahir memang tidak mudah mencerna lemak.1 sendok teh kolostrum memiliki nilai gizi sesuai dengan kurang lebih 30 cc susu formula. Usus bayi dapat menyerap1 sendok teh kolostrum tanpa ada yang terbuang, sedangkan untuk 30 cc susu formula yang diisapnya, hanya satu sendok teh sajalah yang dapat diserap ususnya.
Pada hari pertama mungkin hanya diperoleh 30 cc. Namun, dalam setiap tetesnya terdapat berjuta-juta satuan zat antibodi. SIgA adalah antibodi yang hanya terdapat dalam ASI. Kandungan SIgA dalam kolostrum pada hari pertama adalah 800 gr/100 cc. Selanjutnya mulai berkurang menjadi 600gr/100 cc pada hari kedua, 400 gr/100 cc pada hari ketiga, dan 200 gr/100 cc pada hari keempat. Maka dari itu, kolostrum memiliki fungsi yang sangat vital dalam 10 hari pertama kehidupan bayi Meskipun nantinya anda tidak dapat menyusui bayi dalam jangka waktu yang lama, sebisa mungkin kolostrum ini harus diberikan kepada bayi terlebih  dahulu.
  
2.4 Tanggapan Tenaga Kesehatan Menyikapi hal tersebut
individu sebagai masyarakat, diharapkan mampu mengembangkan budaya yang ada menjadi budaya yang efeknya lebih ke arah positif. Jika resiko dari kebiasaan atau budaya masyarakat yang ada hanya merugikan, buat apa dikembangkan? Agar tidak terjadinya diskriminasi oleh budaya-budaya yang ada maka masyarakat diharapkan memiliki sikap-sikap sebagai berikut:
a.       Penerimaan secara terbuka (open minded), sikap ini merupakan langkah pertama dalam upaya menerima pengaruh modernisasi dan globalisasi. Sikap terbuka akan membuat kita lebih dinamis, tidak terbelenggu hal-hal lama yang bersikap kolot, dan akan lebih mudah menerima perubahan dan kemajuan zaman.
b.      Mengembangkan sikap antisipatif dan selektif; sikap ini merupakan kelanjutan dari sikap terbuka. Setelah kita dapat membuka diri dari hal-hal baru, langkah selanjutnya adalah kita harus memiliki kepekaan (antisipatif) dalam menilai hal-hal yang akan atau sedang terjadikaitannya dengan pengaruh modernisasi dan globalisasi. Sikap antisipatif dapat menunjukkan pengaruh yang timbul akibat adanya arus globalisasi dan modernisasi. Setelah kita mampu menilai pengaruh yang terjadi, maka kita harus mampu memilih (selektif) pengaruh manayang baik bagi kita dan pengaruh mana yang tidak baik bagi kita.
c.       Adaptif, sikap ini merupakan kelanjutan dari sikap antisipatif dan selektif. Sikap adaptif merupakan sikap mampu menyesuaikan diri terhadap hasil perkembangan modernisasi danglobalisasi. Tentu saja penyesuaian diri yang dilakukan bersifat selektif, artinya memiliki pengaruh positif bagi si pelaku. Sebagai pelaku kesehatan, yang perlu dilakukan adalah melakukan promosi kesehatan. Promosi kesehatan membantu masyarakat menjadikan gaya hidup mereka sehat optimal. Kesehatan yang optimal didefinisikan sebagai keseimbangan kesehatan fisik, emosi, sosial, spiritual, dan intelektual. Ini bukan sekedar pengubahan gaya hidup saja, namun berkairan dengan pengubahan lingkungan yang diharapkan dapat lebih mendukung dalam  membuat keputusan yang sehat. Pengubahan gaya hidup dapat difasilitasi melalui penggabungan:
1. menciptakan lingkungan yang mendukung
2. mengubah perilaku, dan
3. meningkatkan kesadaran.
Salah satu program kesehatan masyarakat adalah promosi kesehatan yang seharusnya merupakan kegiatan inti dari program lain, yaitu preventif, kuratif dan  rehabilitatif. Berbagai upaya promosi kesehatan telah dilakukan sejak dulu dengan berbagai bentuk kegiatan, seperti penyuluhan langsung kepada masyarakat, bisa juga melalui mediaelektronik televisi, radio dan media cetak. Berbagai bentuk spanduk, billboard, buku dan lefleat serta stiker yang berisi pesan-pesan kesehatan sejak dulu sudah diperkenalkan dan diedarkan di mana-mana.Pelaku medis harus terlibat secara langsung dalam kehidupan kesehatanmasyarakat, teruama para bidan. Berbagai pengertian mengenai kesehatan harus dijelaskan secara baik dan hidup sehat sendiri harus ditunjukkan terlebih dahulu oleh pelaku medis.



KESIMPULAN
Tidak semua kebiasaan di masyarakat bisa berdampak positif -Kebiasaan atau budaya di daerah TTS yang berdampak buruk antara lain:
a.       Melahirkan di Rumah Bulat dan dipanggang dengan bara api di bawahnya(sampai 40hari setelah melahirkan).
b.      Tubuh ibu yang melahirkan dikompres menggunakan air panas ± 100 C.
c.       Tidak boleh makan ikan,cumi(daging),goreng-gorengan,sayur santan dan lain-lain,baik saat hamil maupun setelah melahirkan.
d.      Tidak memberikan ASI Pertama pada bayi namun dibuang.

Untuk mengatasi masalah budaya-budaya tersebut maka sebagai anggota masyarakat harus memiliki sikap terbuka terhadap pengetahuan-pengetahuan ilmiah dan selektif  terhadap budaya-budaya yang ada. Sebagai pelaku medis, yang dapat dilakukan yaitu promosi kesehatan dengan cara penyuluhan, pendekatan, menjelaskan secara halus dikit sedikit mengenai dampak buruknya budaya negatif yang berkembang serta terlibat langsung memperbaiki budaya yang ada dengan mengajak perlahan menunjukan mana adat yang memang positif dan mana adat atau budaya yang akan meningkatkan resiko kematian khususnya di Timor Tengah Selatan bagi ibu dan bayi.


SARAN
1.Kepada masyarakat Timor Tengah Selatan (TTS) agar lebih mengembangkan pengetahuan mengenai kesehatan dan cara-cara menjaga kesehatan pribadi maupun anggota keluarga .Hidup sehat adalah awal dalam membangun negeri sendiri.
2.Kepada para bidan di daerah TTS agar secara langsung terlibat dan memberikan penyuluhan mengenai dampak-dampak dari kebiasaan yang berdampak buruk masyarakat TTS. Masyarakat terutama ibu hamil perlu diberi pengertian mengenai cara-cara menjalani hidup sehat yang baik dan selektif terhadap budaya yang ada.




DAFTAR PUSTAKA

Arnold, Matthew. 1869. Culture and Anarchy. New York: Macmillan. Third edition, 1882,available online. Retrieved: 2006-06-28.Barzilai, Gad. 2003. Communities and Law: Politics and Cultures of Legahkjkjl Identities.University of Michigan Press.O'Donnell, Michael, MBA, MPH. "Definition of Health Promotion: Part III: Expanding theDefinition." American Journal of Health Promotion. Winter 1989, Vol. 3, No. 3. p. 5.Minkler, M. Ed. Community Organizing & Community Building for Health. Rutgers StateUniversity Press, 1997.Blog

Selasa, 25 Oktober 2016

Nutrisi Otak Agar Anak Cerdas

Nutrisi Otak Agar Anak Cerdas

Agar si kecil tumbuh sehat juga cerdas maka Kebutuhan yang diperlukan antara lain Lemak Pembangunan Otak, Lemak, terutama asam lemak (DHA dan ARA), adalah salah satu nutrisi yang penting untuk pertumbuhan otak dan mata si kecil. Kekurangan kedua jenis asam lemak esensial itu saat lahir berkorelasi dengan berat badan yang rendah, lingkar kepala yang kecil, dan ukuran plasenta yang rendah. Akibatnya perkembangan sistem saraf pusat dan kemampuan kognitif di masa selanjutnya pun turut terpengaruh. menurut suatu penelitian yang dipublikasian dalam Brithis Medical Journal, Inggris, tahun 2001.

Untuk mencukupi kebutuhan tersebut, berikan ASI seoptimal mungkin untuk si kecil. Sebab ASI terbukti mengandung asam lemak yang dibutuhkan otak untuk bisa berkembang. Dari studi yang dilakukan di The University of Kentucky Chandler Medical Center, Amerika Serikat, terbukti IQ bayi yang diberi ASI jauh lebih tinggi dibanding dengan yang tidak diberi ASI. Dan, pada saat anak mulai diberikan makanan padat, kebutuhan asam lemak itu bisa Anda penuhi dengan memberikan ikan, telur bebek, susu yang diperkaya DHA dan ARA, atau minyak jagung.

Karbohidrat Bahan Bakar Otak Glukosa dari makanan yang kaya karbohidrat merupakan bahan bakar otak yang amat penting agar otak berfungsi optimal. Proses pengolahan informasi dan mengingat dapat berjalan dengan baik dengan terpenuhinya kebutuhan glukosa otak tersebut. Ini semua bisa didapatkan dengan memberikan anak berbagai jenis kacang-kacangan, kentang, buah-buahan seperti pisang, sawo, serta sayur-sayuran misalnya singkong dan daun ubi jalar.

Sedangkan untuk Protein Pembentukan Neurotransmiter adalah senyawa asam amino yang berperan terhadap proses pengolahan informasi di otak. Kadar ini sendiri amat berpengaruh terhadap seberapa banyak protein yang ada dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari Kebutuhan ini bisadidapat dari ikan, daging, keju, yogur dan kacang-kacangan Sedangkan kebutuhan Buah-buahan, Sayur-sayuran yang diperkaya antioksidan amat diperlukan untuk melindungi otak dari proses kerusakan sel-sel otak yang dapat menyebabkan kesulitan dalam mengingat, seperti proses belajarpun jadi lamban.

Hentikan Memberikan Air Putih Pada Bayi! Berbahaya untuk Kesehatannya

Hentikan Memberikan Air Putih Pada Bayi! Berbahaya untuk Kesehatannya

Hentikan Memberikan Air Putih Pada Bayi! Berbahaya untuk Kesehatannya
net
TRIBUNNEWS.COM - Selain Air Susu Ibu (ASI), banyak orangtua memberikan air putih kepada si kecil yang masib berusia 0-6 bulan. Entah seusai menyusui maupun di waktu-waktu lainnya. Padahal, kebiasaan itu sangat keliru karena berisiko menyebabkan berbagai dampak kesehatan.
Apa bahayanya? Berikut penjelasan Dr. Utami Roesli, Sp.A., MBA., CIML, IBCLC, dari Sentra Laktasi Indonesia:
Infeksi Bakteri
* Pemberian air putih pada bayi 0--6 bulan berisiko membuat bayi terinfeksi bakteri jika air yang dipakai tercemar. Utami sendiri pernah mempunyai pengalaman, pasiennya yang berusia sekitar 1 bulan, ibunya melaporkan jika bayinya sering buang air besar hingga belasan bahkan puluhan kali dalam sehari.
Ibunya mengira anaknya mencret karena penyakit, sehingga yang tadinya diberi ASI, kemudian diberikan juga air putih dan susu formula. Hasilnya bayi yang tadinya mencret normal justru pencernaannya terinfeksi bakteri.
Hal ini diketahui dari feses bayi yang mengandung darah. Kemungkinan besar, infeksi itu muncul karena asupan air putih yang diberikan ibunya. Apalagi jika perlengkapan minumnya tidak higienis, juga cara memasaknya tidak tepat dan sudah tercemar bakteri.
2. Ganggu Otak Bayi
Ginjal bayi 0-6 bulan belum berfungsi dengan baik, sehingga jika ia diberi air putih maka air seni akan membawa serta elektrolit dalam darah, misalnya natrium, yang sebenarnya berguna bagi tubuh. Jika kekurangan zat itu, bayi berisiko mengalami kejang.
Semakin banyak elektrolit yang "terbuang", semakin banyak risiko negatif yang dapat dialami. Alhasil, kalau bayi mengeluarkan banyak elektrolit dari semua organ tubuhnya, baik jantung, ginjal atau paru, temasuk otak, maka aktivitas otak dapat terganggu. Gejalanya, bisa berupa suhu tubuh rendah hingga kejang-kejang.
3. Merusak Ginjal
Fungsi ginjal sebagai pengatur keseimbangan cairan di dalam tubuh belumlah sempurna pada bayi usia 0-6 bulan. Memang pada usia kehamilan 35 minggu, ginjal bayi sudah terbentuk, tapi belum berfungsi dengan baik. Begitu pun setelah bayi lahir. Walau bentuk ginjal sudah sempurna. Hal ini bertahan hingga usia bayi 6 bulan.
Lain halnya pada anak dan orang dewasa, ginjal sudah mengatur asupan cairan masuk dengan yang dikeluarkan. Misal, kalau banyak minum, ginjal akan mengatur sehingga berkemihnya sering. Atau pada saat hawa dingin, akan lebih sering buang air kecil. Sebaliknya, pada cuaca panas, kita cenderung lebih jarang buang air kecil.
Intinya, ginjal mengatur keseimbangan cairan/elektrolit dalam tubuh, semisal natrium, kalsium, dan lainnya. Tapi jika kejadiannya saat ginjal belum sempurna kerjanya sudah diberi air putih, tubuh bayi akan kelebihan air atau "keracunan" air. Karena air yang masuk tidak bisa diseimbangkan dengan yang dikeluarkan.
4. Keracunan
Memang benar bayi harus cukup minum, tapi bukan minum air putih lo. Sebab bayi usia 6 bulan ke bawah minum air putih justru akan merugikan si bayi itu sendiri. Penelitian Dr. Jennifer Anders darijohn Hopkins Children's Center di Baltimore Amerika Serikat membuktikan, pemberian air pada bayi di bawah enam bulan berisiko mengakibatkan keracunan (intoksikasi).
Menurut Jeniffer, secara naluriah bayi memiliki refleks haus atau keinginan untuk minum. Karena itu, banyak orangtua yang memberikan bayinya tambahan air putih selain ASI. Padahal, ginjal si kecil belum berfungsi dengan baik. Akibatnya, air putih yang diminumnya itu dapat membuat tubuhnya melepaskan sodium (mineral yang dibutuhkan untuk proses metabolisme tubuh).
Padahal, kehilangan sodium dapat memengaruhi aktivitas otak. Ujungujungnya, bayi akan mengalami gejala keracunan, di antaranya suhu tubuh rendah, wajah membengkak dan bahkan kejang-kejang. Lantaran itu, Jennifer menegaskan, bayi yang minum ASI tidak perlu mengonsumsi air putih. Untuk bayi 0-6 bulan cukup ASI.

Cara Merawat Wajah Secara Alami

Cara Merawat Wajah Secara Alami, Putih Dan Bebas Jerawat

Wajah merupakan salah satu bagian tubuh yang menjadi perhatian utama seseorang. Maka tak usah heran jika sebagian besar orang menginginkan memiliki wajah bersih dan putih. Sehingga banyak cara perawatan wajah yang dilakukan untuk mewujudkannya.
Setiap orang pasti ingin mempunyai wajah yang sehat dan bersih, sehingga tidak sedikit pula biaya yang dikeluarkan untuk melakukan perawatan wajah. Mulai dari perawatan ke salon, klinik bahkan sampai ke dokter kecantikan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Cara Merawat Wajah

Sebenarnya cara merawat wajah tidak susah, hanya tergantung bagaimana cara kita merawatnya dan membersihkannya. Semua bisa dilakukan dengan mudah jika anda telah mengetahui jenis kulit dan produk kecantikan yang cocok. Sehingga kulit wajah akan mendapatkan perawatan yang tepat dan terbebas dari komedo dan jerawat yang mengganggu.
Cara merawat wajah
Maka perawatan yang menggunakan bahan-bahan alami tak jarang menjadi pilihan utama. Hasilnya pun kebanyak lebih memuaskan dari pada perawatan dengan bahan kimia. Selain itu kulit wajah akan terbebas dari efek samping yang dapat merusak kulit.Pada kesempatan ini kami akan memberikan informasi mengenai cara merawat wajah secara alami, putih dan bebas jerawat.

Hal Mendasar Dalam Perawatan Wajah

  1. Sebelum menyentuh daerah wajah, sebaiknya cucilah tangan terlebih dahulu dengan air bersih agar terbebas dari kuman dan bakteri.
  2. Sebaiknya biasakanlah untuk membersihkan wajah dengan pembersih dan penyegar yang cocok dengan jenis kulit sahabat, setiap pagi dan malam, atau setiap kali keluar dari rumah.
  3. Rajinlah mencuci muka setiap kulit wajah terasa kering atau saat pulang dari bepergian.
  4. Selalu pakai pelembab wajah setiap akan beraktifitas diluar rumah, agat kulit wajah tetap terjaga dan terbebas dari sinar ultraviolet (UV) yang dapat menyebabkan flek hitam.
  5. Sebaiknya luangkanlah waktu sekitar 2-3 menit setiap malam, untuk memijat kulit wajah setiap sebelum tidur. Hal tersebut dilakukan agar mengilangkan letih pada wajah dan memberikan warna kulit agar tetap sehat dan cerah.
  6. Biasakanlah menggunakan masker wajah minimal 2 kali dalam 1 minggu, agar kotoran yang menempel pada wajah akan terangkat dan wajah akan menjadi lebih bersih dan segar.
  7. Perbanyaklah mengkonsumsi air putih setiap hari, minimal 8 gelas perhari agar kulit wajah tetap terlihat cerah dan segar.
  8. Minumlah Vitamin E setiap hari untuk menjaga kesehatan kulit dari dalam.
  9. Olahraga secara teratur, agar kulit tetap kencang dan tubuh pun akan terbebas dari berbagai penyakit.

Bahan Alamai untuk Merawat Wajah

Setelah mengetahui cara merawat wajah diatas, sebaiknya anda juga bisa mencoba cara merawat wajah secara alami berikut ini :

Merawat Wajah dengan Jeruk Nipis

Jeruk nipis mempunyai kandungan Vitamin C dan zat anti oksidan yang bermanfaat untuk mengecilkan pori-pori, menghaluskan dan mencerahkan kulit wajah. Caranya juga sangat mudah hanya dengan membelah jeruk nipis menjadi 2 bagian, setelah itu peras dan ambil airnya, lalu oleskan pada kulit wajah secara merata. Diamkan kurang lebih selama 10 – 20 menit, kemudian cucilah wajah dengan air hangat, dan lanjutkan membasuh wajah dengan air dingin.

Merawat Wajah dengan Apel

Buah apel mempunyai manfaat untuk mengurangi kelebihan minyak pada wajah, sehingga dapat digunakan dalam merawat muka. Caranya adalah hancurkan buah apel dengan menggunakan blender, sebaiknya jangan menambahkan air sedikitpun pada saat apel di blender. Setelah itu oleskan pada wajah selama 30 menit, lalu bilaslah dengan air bersih.

Tomat Untuk Merawat Wajah

Tomat kaya akan zat anti oksidan yang dapat membantu mengatasi iritasi pada kulit akibat sinar matahari, mengurangi komedo, dan mencerahkan warna kulit wajah. Caranya haluskan 1 buah tomat, lalu campurkan dengan 1 sendok madu, oleskan pada wajah dan diamkan selama 15 menit. Kemudian basuhlah wajah dengan air hangat.

Perawatan Wajah dengan Pisang

Buah pisang dapat bermanfaat untuk meremajakan kulit dan membuat kulit wajah menjadi lembab dan kenyal. Caranya cukup mudah, hanya dengan mengambil 1 buah pisang ambon, kupas kulitnya dan hancurkan buahnya. Setelah itu tambahkan 1 sendok madu kedalam pisang yang telah dihancurkan tadi, dan oleskan secara merata pada wajah dan diamkan selama 30 menit.  Lalu bersihkan dengan kapas dan air hangat.

Mentimun Untuk Perawatan Wajah

Mentimun mempunyai manfaat untuk mengangkat noda-noda hitam pada wajah dan dapat membuat wajah terlihat bercahaya. Caranya ambil 1/2 mentimun, kupas hingga bersih. Lalu tambahkan 1 sendok susu tanpa lemak, 1 sendok yoghurt. Blender semua campuran tadi hingga halus, setelah itu oleskan pada wajah selama 20 menit dan bilaslah dengan air hangat.
Gimana dengan cara merawat wajah diatas ? Sangat mudah bukan, sekarang tunggu apalagi silahkan dicoba dirumah dan dapatkan kulit wajah yang sehat, bersih dan bebas dari jerawat.